Satu Pembeda

Bismillahirrahmanirrahim

            Mosi Integral – Muhammad Natsir.Mosi ini adalah tonggak bangkitnya Negara Kesatuan setelah dipecah oleh Belanda menjadi negara serikat. Tak banyak yang tahu tentang Mosi ini, mosi yang mengagumkan dari orang yang berpolitik santun dalam negeri. Tentang Natsir, sukunya adalah Minang, besar di tanah matrilinial, kemudian merantau ke tanah patrilinial, tanah jawa. Berbekal islam, ia datang dengan santun, tak memandang ikatan primordial apapun. Datangnya bukan langsung menemui ikatan pemuda minang di Jawa, melainkan A Hassan, seorang kyai dari Singapura.     
            Singkat gambaran sikap Mohammad Natsir di atas dapat disimpulkan, bahwa Beliau adalah sosok nasionalis yang menghargai perbedaan, namun idealismenya tentang islam mengakar kuat dalam dirinya. Begitulah, orang dengan pemahaman islam yang mendalam, tidak akan bersikap diskrimatif pada segala perbedaan.  Allah berfirman, “Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari sorang laki-laki dan perempuankamudian kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saing kenal mengenal.”  Mereka paham, bahwasanya Allah memang telah meciptakan manusia dengan beragama bangsa dan suku. Untuk itu, kita diperintahkan untuk menjauhi prasangka dan tidak mnegolok-olok satu sama lain. Begitulah suratan dalam Al-qur’an.
            Tentang kekinian, isu-isu primordial menyeruak ke seluruh negeri.  Kesatuan mulai goyang. Awalnya hanya nila setitik. Ibarat kebakaran rumah. 1 pemicu, membakar satu, kemudian membakar lain, sampai terbakar seluruhnya. Habis sudah, sikap santun, toleransi, dan penghargaan.
            Pada dasarnya manusia telah paham, umat muslim paham, Allah menciptakan manusia berbangsa-bangsa dan bersuku-suku, sehingga memaklumi adanya perbedaan. Mereka bisa menerima perbedaan ras, selera, keyakinan, dll. Ada satu ikatan, yang sangat sensitif orang mengusiknya, yakni idealisme.
            Tentang idealisme, tiap orang memiliki idealisme masing-masing. jika mereka terusik, mereka akan naik pitam. Begitu juga Muhammad Natsir dengan idealisme islam yang mengakar kuat dalam dirinya. Hadirnya idealisme komunis, yang jelas-jelas sangat bertentangan dengan islam, membuat berang yang bertentangan dengannya. Natsir dan Aidit, adalah orang yang bersitegang tentang 2 idelaisme itu dalam konstituante. Namun, di luar konstituante mereka ngopi berdua, membicarakan keluarga, dan kehidupan. Bagian itulah yang ingin penulis garis bawahi. Bahwasanya manusia punya satu pembeda, idealisme .

             Kita tidak boleh memaksakan idealisme seseorang.  Jika seseorang salah dengan idealisme, kita diwajibkan untuk mengingatkannya. Bukan memusuhinya kemudian melontarkan kata-kata kotor. Bukan demikian seorang muslim bertindak, tidak. Muslim yang penulis tahu muslim adalah santun.
            Islam adalah rahmatan lil’alamin. Yang diajarkan pertama adalah akhlak, kemudian aqidah, kemudian fiqih. Kita pemuda, pemuda Indonesia, syukur Alhamdulillah. Kita adalah orang timur yang terkenal kesantunannya, ditambah nilai-nilai luhur islam. Jagalah nama islam dengan akhlak. Jagalah kesatuan Indonesia dengan kesantunan.
Alhamdulillahirabbil’alamin.
140617 – XI IPS 2

Popular Posts