Meraih Ilmu Yang Bermanfaat
"Tholabul'ilmi Faridhotun 'ala kulli muslimiin wa muslimat"
Hadits di atas bukan hadits asing bagi kita kan? menuntut ilmu itu wajib bagi setiap muslim dan muslimah. untuk kamu pelajar, coba direnungkan, sudahkah kita merasakan manfaat dari ilmu? sudahkah merasakan nikmatnya ilmu yang bermanfaat? sangat rugi bila kita sudah bertahun-tahun mengenyam pendidikan formal, maupun majelis ilmu, namun belum dapat mendapat manfaat dari ilmu. berikut, cara menjadi pencari ilmu sejati, dari sudut pandang islam.
1.
Hendaklah
meminta dengan sungguh-sungguh kepada Allah ilmu yang bermanfaat.
Rasulullah
pernah berdoa : Ya Allah berilah aku manfaat terhadap ilmu yang telah Engkau
berikan kepadaku, ajarkanlah ilmu yang bermanfaat bagiku dan tambahlah aku
ilmu.
2.
Bersunguh-sungguh
di dalam mencarinya, rasa rindu dan cinta yang jujur terhadap ilmu tersebut yang semua itu dilandasi dengan ridha Allah
SWT.
Lihat
surat Al-Baqoroh : 282, Al-Anfal : 29
Ahli
hikmah : ilmu itu bisa diraih dengan
semangat yang menyertainya, rasa cinta-senang mendengarkan akan ilmu itu dan selalu mengorbankan waktu untuk
mendapatkannya.
Imam
Syafi’i :
kamu tidak akan bisa meraih ilmu kecuali dengan enam hal : 1. Kecerdasan 2. Tamak terhadap ilmu 3.
Sungguh-sungguh 4. Menghubungi guru 5. Mengeluarkan dana 6. Terus-menerus tidak putus asa.
3.
Menjauhkan
diri dari kemaksiatan dengan jalan taqwa,
karena hal itu merupakan faktor penting akan tercapainya ilmu.
Imam
Malik berkata kepada Imam Syafii : Allah
Ta’ala telah memberikan ilmu ke dalam jiwamu, maka janganlah kau hapus ilmu
tersebut dengan kemaksiatan.
Ibnu
Mas’ud : saya perhatikan orang yang sering
lupa terhadap ilmunya, itu disebabkan karena ia melakukan kemaksiatan.
4.
Menghindari
sikap takabbur dan sikap malu mencari
ilmu.
Aisyah
: sebaik-baik wanita adalah wanita Anshar, mereka tidak malu di dalam memahami
ajaran Islam.
Imam
Mujahid : Orang yang takabbur dan
bermalu-malu mencari ilmu, tidak mungkin dia bisa belajar dengan baik.
5.
Ikhlas
di dalam mencari ilmu, ini adalah inti
dan faktor terbesar dalam urusan mencari ilmu.
Siapa
belajar suatu ilmu hanya sekedar mengejar keduniaan, ia tidak akan mencium
baunya surga kelak di hari kiyamat.
6.
Mengamalkan
ilmu yang ia dapatkan.
Ibnu
Taimiyah : ilmu yang terpuji dan bermanfaat
adalah ilmu Al-Qur’an dan As-Sunnah, karena keduanya merupakan
warisan/peninggalan Nabi. Para Nabi tidak mewariskan harta berupa emas
dan dirham, akan tetapi mereka mewariskan ilmu, siapa yang mengambil ilmu itu
maka akan beruntung.