Pribadi Muslim
Kh.Gymnastiar Tiada
Tuhan selain Allah Yang Mahasempurna segala-galanya dan perbuatan-Nya
senantiasa mudah dan mengesankan. Shalawat dan salam senantiasa bagi
kekasih-Nya, Muhammad Saw. yang keberadaannya menjadi contoh teladan utama bagi
setiap muslim untuk menjadi pribadi muslim sejati yang senantiasa berada dalam
cahaya dan ridha-Nya.
Sahabat, alangkah bahagianya siapa saja yang menyadari betapa indah dan lezatnya orang yang mengetahui ilmu tentang bagimana menjadi seorang hamba Allah yang tertuntun dalam cahaya Islam yang hakiki. Dia tidak akan merelakan sesaat pun, kecuali menjadi jalan untuk mendapatkan curahan kasih sayang dan curahan-Nya.
Dia akan sangat mewaspadai segala sikapnya. Pandangannya disiapkan untuk menjadi mata yang dapat memandang Allah di akhirat kelak. Ditahannya sekuat-kuatnya dari segala hal yang tidak akan pernah diridhai-Nya. Dipalingkannya sedemikian rupa dari segala yang diharamkan. Dijadikannya ladang kegemaran dan kenikmatan membaca surat dari Sang Maha Pencipta. Digunakannya senantiasa untuk memandang kesempurnaan dan keindahan karya dari Dzat Maha Pencipta. Pendek kata, ia sesantiasa bersih dari segala kemaksiatan.
Pendengarannya ia jaga dan persiapkan menjadi telinga yang dapat mendengarkan merdunya suara Nabi Daud As. Dan percakapan ahli Sorga. Dia tutup rapat-rapat dari kalimat-kalimat yang menghinakan, suara kotor yang sia-sia, yang membuat hati menjadi kesat membatu. Namun sebaliknya, dia buka lebar-lebar telinganya tersebut terhadap kalimat-kalimat dan suara-suara yang dapat mjembuatnya semakin mengenal dan mengerti rabbnya. Arti dan cara hidupnya penuh kemuliaan terhadap Ilahnya.
Pikirannya dikuasai dengan baik dan benar.Tidak terjebak untuk memperumit dan mempersulit masalah yang berkaitan dengan masalah duniawi. Semua kekuatan berpikirnya ia arahkan untuk menterjemahkan segala urusan dan kejadian di sekitarnya, sehingga menjadi sarana untuk semakin mengenal dan mengagumi kehebatan Dzat Yang Mahahebat, Maha Penguasa dan Maha Penentu segala-galanya. Tidak sempit dan picik, namun sebaliknya luas dan lebar serta sangat dalam. Buah pikirannya senantiasa berujung pada keagungan dan kebesaran Allah Azza wa Jalla.
Lisannya jauh dari selera rendah yang menghinakan. Perhitungannya senantiasa matang, senantiasa masak dalam berpikir serta berucap, sehingga kata-katanya benar dan bermutu, indah serta menyejukan, merasuk lembut menyentuh qalbu. Seringkali bergelora, membakar semangan untuk senantiasa taat, penuh hikmah dan manfaat, membuat siapapun merasa beruntung mendengarkannya. Jauh dari kalimat-kalimat keji dan kotor, hina dan sia-sia. Bahkan diamnya sekalipun membuat pendengarannya semakin mengingatkan dan merindukan taat kepada Allah. Sementara lidahnya senantiasa basah menyebut asma Allah.
Buruk sangka, iri, dengki, ujub, riya, takabur dan berbagai perilaku hati yang hina lainnya sekuat-kuatnya dia cegah. Tidak pernah rela ada noda penyakit hati bersemayam dalam qalbunya. Kalaupun sempat terlintas, maka segera ia menghapus, membasmi dan segera melakukan taubat.
Tak pernah jemu dia memohon pertolongan Allah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang agar hatinya tetap jernih berkilauan dan bersih cemerlang. Karena dia yakin benar, bahwa tidak akan pernah ada ketenangan dan kemuliaan kecuali dengan hati yang bersih dan jernih. Tidak akan pernah seseorang merasakan kenikmatan dan kelezatan dalam taat, kecuali dengan hati yang bersih. Tidak akan pernah seseorang mengenal, mencintai dan merindukan pertemuan dengan Allah, kecuali dengan hati yang bersih. Senantiasa dihiasi hatinya dengan husnudzan kepada Allah dan hamba-hamba-Nya. segala perbuatannya senantiasa berhiaskan ikhlash, tawadhu dan bersih…bersih!
Wajahnya senantiasa cerah ceria dan senantiasa dihiasi senyuman yang ikhlash. Gerak-geriknya senantiasa terjaga dan terpelihara. Penampilannya sederhana namun menyenangkan. Selalu cepat hadir kebaikannya dimanapun ia berada. Siapapun merasa aman dan tentram dengan kehadirannya. Sungguh senantiasa mengesankan perilaku dan tindakan-tindakannya.
Betapa penuh pula perhatian dan bakti kepada ayah dan bundanya, keluarga dan saudara-saudaranya. Gemar menjalin persahabatan, mengeratkan silaturrahmi dan penuh keakraban dengan tetangga-tetangganya.
Setiap terngiang di telinganya panggilan adzan, tak pernah dia menunda-nunda langkahnya menuju rumah Allah. Dia berwudhu dan wudhunya senantiasa bersih dan sempurna. Indah, khusu dan senantiasa merasakan kenikmatan dalam ibadahnya. Hari-harinya senantiasa sarat denga sujud dalam ibadah dan syukur atas karunia dan nikmat-Nya.
Ah! Sekiranya Allah Azza wa Jalla berkenan memilih kita untuk menjadi orang yang memiliki sikap seperti itu, niscaya tidak akan diragukan lagi jaminan kemuliaan dan kebahagiaan dari sisa umur kita di dunia ini, apalagi di akhirat kelak.
Wahai sahabat! Sama sekali tidak sulit bagi Allah memilih kita untuk menjadi ornag yang memiliki pribadi mulia. Karenanya, berjuanglah sekuat-kuatnya, sehingga Allah memandang layak untuk menempatkan kita dalam kursi kemuliaan. Jadilah hamba Allah yang terbaik dan mengesankan bagi-Nya.
Ya Rabb! Sesungguhnya hari-hari satu demi satu menghilang. Malam-malam pun kian tak terasa dan berganti menjadi siang. Dan kami sudah menjadi hamba yang hanya Engkau yang Mahatahu tentang hakikat keberadaannya daripada kami.
Ya Allah! Seandainya berakhir hari-hari dan malam-malam yang telah kami rajut dengan benang-benang ibadah ini, sementara pada diri ini masih ada dosa dan kesalahan, maka ampuni dan ridhailah kami. Sekiranya ternyata Engkau sudah ridha, tambahkanlah keridhaan-Mu itu agar kami menjadi hamba yang senantiasa dapat merasakan keindahan dan kelezatan iman. Amin ya Rabbal'aalamiiin
Sahabat, alangkah bahagianya siapa saja yang menyadari betapa indah dan lezatnya orang yang mengetahui ilmu tentang bagimana menjadi seorang hamba Allah yang tertuntun dalam cahaya Islam yang hakiki. Dia tidak akan merelakan sesaat pun, kecuali menjadi jalan untuk mendapatkan curahan kasih sayang dan curahan-Nya.
Dia akan sangat mewaspadai segala sikapnya. Pandangannya disiapkan untuk menjadi mata yang dapat memandang Allah di akhirat kelak. Ditahannya sekuat-kuatnya dari segala hal yang tidak akan pernah diridhai-Nya. Dipalingkannya sedemikian rupa dari segala yang diharamkan. Dijadikannya ladang kegemaran dan kenikmatan membaca surat dari Sang Maha Pencipta. Digunakannya senantiasa untuk memandang kesempurnaan dan keindahan karya dari Dzat Maha Pencipta. Pendek kata, ia sesantiasa bersih dari segala kemaksiatan.
Pendengarannya ia jaga dan persiapkan menjadi telinga yang dapat mendengarkan merdunya suara Nabi Daud As. Dan percakapan ahli Sorga. Dia tutup rapat-rapat dari kalimat-kalimat yang menghinakan, suara kotor yang sia-sia, yang membuat hati menjadi kesat membatu. Namun sebaliknya, dia buka lebar-lebar telinganya tersebut terhadap kalimat-kalimat dan suara-suara yang dapat mjembuatnya semakin mengenal dan mengerti rabbnya. Arti dan cara hidupnya penuh kemuliaan terhadap Ilahnya.
Pikirannya dikuasai dengan baik dan benar.Tidak terjebak untuk memperumit dan mempersulit masalah yang berkaitan dengan masalah duniawi. Semua kekuatan berpikirnya ia arahkan untuk menterjemahkan segala urusan dan kejadian di sekitarnya, sehingga menjadi sarana untuk semakin mengenal dan mengagumi kehebatan Dzat Yang Mahahebat, Maha Penguasa dan Maha Penentu segala-galanya. Tidak sempit dan picik, namun sebaliknya luas dan lebar serta sangat dalam. Buah pikirannya senantiasa berujung pada keagungan dan kebesaran Allah Azza wa Jalla.
Lisannya jauh dari selera rendah yang menghinakan. Perhitungannya senantiasa matang, senantiasa masak dalam berpikir serta berucap, sehingga kata-katanya benar dan bermutu, indah serta menyejukan, merasuk lembut menyentuh qalbu. Seringkali bergelora, membakar semangan untuk senantiasa taat, penuh hikmah dan manfaat, membuat siapapun merasa beruntung mendengarkannya. Jauh dari kalimat-kalimat keji dan kotor, hina dan sia-sia. Bahkan diamnya sekalipun membuat pendengarannya semakin mengingatkan dan merindukan taat kepada Allah. Sementara lidahnya senantiasa basah menyebut asma Allah.
Buruk sangka, iri, dengki, ujub, riya, takabur dan berbagai perilaku hati yang hina lainnya sekuat-kuatnya dia cegah. Tidak pernah rela ada noda penyakit hati bersemayam dalam qalbunya. Kalaupun sempat terlintas, maka segera ia menghapus, membasmi dan segera melakukan taubat.
Tak pernah jemu dia memohon pertolongan Allah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang agar hatinya tetap jernih berkilauan dan bersih cemerlang. Karena dia yakin benar, bahwa tidak akan pernah ada ketenangan dan kemuliaan kecuali dengan hati yang bersih dan jernih. Tidak akan pernah seseorang merasakan kenikmatan dan kelezatan dalam taat, kecuali dengan hati yang bersih. Tidak akan pernah seseorang mengenal, mencintai dan merindukan pertemuan dengan Allah, kecuali dengan hati yang bersih. Senantiasa dihiasi hatinya dengan husnudzan kepada Allah dan hamba-hamba-Nya. segala perbuatannya senantiasa berhiaskan ikhlash, tawadhu dan bersih…bersih!
Wajahnya senantiasa cerah ceria dan senantiasa dihiasi senyuman yang ikhlash. Gerak-geriknya senantiasa terjaga dan terpelihara. Penampilannya sederhana namun menyenangkan. Selalu cepat hadir kebaikannya dimanapun ia berada. Siapapun merasa aman dan tentram dengan kehadirannya. Sungguh senantiasa mengesankan perilaku dan tindakan-tindakannya.
Betapa penuh pula perhatian dan bakti kepada ayah dan bundanya, keluarga dan saudara-saudaranya. Gemar menjalin persahabatan, mengeratkan silaturrahmi dan penuh keakraban dengan tetangga-tetangganya.
Setiap terngiang di telinganya panggilan adzan, tak pernah dia menunda-nunda langkahnya menuju rumah Allah. Dia berwudhu dan wudhunya senantiasa bersih dan sempurna. Indah, khusu dan senantiasa merasakan kenikmatan dalam ibadahnya. Hari-harinya senantiasa sarat denga sujud dalam ibadah dan syukur atas karunia dan nikmat-Nya.
Ah! Sekiranya Allah Azza wa Jalla berkenan memilih kita untuk menjadi orang yang memiliki sikap seperti itu, niscaya tidak akan diragukan lagi jaminan kemuliaan dan kebahagiaan dari sisa umur kita di dunia ini, apalagi di akhirat kelak.
Wahai sahabat! Sama sekali tidak sulit bagi Allah memilih kita untuk menjadi ornag yang memiliki pribadi mulia. Karenanya, berjuanglah sekuat-kuatnya, sehingga Allah memandang layak untuk menempatkan kita dalam kursi kemuliaan. Jadilah hamba Allah yang terbaik dan mengesankan bagi-Nya.
Ya Rabb! Sesungguhnya hari-hari satu demi satu menghilang. Malam-malam pun kian tak terasa dan berganti menjadi siang. Dan kami sudah menjadi hamba yang hanya Engkau yang Mahatahu tentang hakikat keberadaannya daripada kami.
Ya Allah! Seandainya berakhir hari-hari dan malam-malam yang telah kami rajut dengan benang-benang ibadah ini, sementara pada diri ini masih ada dosa dan kesalahan, maka ampuni dan ridhailah kami. Sekiranya ternyata Engkau sudah ridha, tambahkanlah keridhaan-Mu itu agar kami menjadi hamba yang senantiasa dapat merasakan keindahan dan kelezatan iman. Amin ya Rabbal'aalamiiin